MEET THE JURY

JURI FILM

Antonius Janu Haryono

Lahir di Bantul pada 20 Januari 1988. Sekarang bekerja menjadi dosen di Jogja Film Akademy / freelance film. Memiliki pengalaman menjadi filmmaker dari tahun 2010. Dan menguasai ilmu penyutradaraan yang bisa dilihat jobdesknya ketika membuat film. Memiliki 4 karya film pendek, 1 film intruksional, 3 film dokumenter, 1 film panjang, 3 video art dan 1 varietv show. Dan ia pun telah banyak mengikuti banyak pameran audio visual di berbagai tempat pada tahun 2011 hingga 2014. Penghargaan yang ia dapat atas karyanya ada 8 penghargaan, seperti film terbaik dan cerita terbaik di festival film pendek Fiagramotion #3, cerita terbaik di Festival Tebas Multimedia, film terbaik di Festival Film Pendek Pavfest (Film Aksara Cinta), nominasi film televisi di Festival Film Pendek Mafvie, juara 2 The Best Documentary di SBM Golden Lens Internasional Documentary Film Festival 2012, juara 2 The Best Documentary di Documantary Day 2012, metion juri di SBM Golden Lens Internasional Documentary Film Festival 2012 dan juara 1 juga ide cerita terbaik di Documentary Day 2014.

Haryu Sentanu Murti

Mendapatkan juara pertama di Award of Distinction dalam Festival Film Niepokalanow di Polandia pada Mei 2009 dengan karyanya “Cerita dan Cita RBM”. Ia adalah lulusan Sekolah Menengah Seni Rupa pada tahu 1992 jurusan Seni Visual. Ia memiliki pengalaman di penyutradaraan dengan karyanya “Cerita dan Cita RBM”. Dan ia pun pernah menulis dan menyutradarai film berdurasi 86 menit yang bergenre drama dengan judul “Mengejar Embun ke Eropa” yang tayang pada 15 Desember 2016 kemarin.

JURI PHOTO STORY

Budi N.D. Dharmawan

Seorang juru foto dan penulis lepas, tinggal di Yogyakarta. Karyanya pernah dimuat di National Geographic Indonesia, DestinAsian Indonesia, Le Monde (Prancis), Stern Viva (Jerman), Bulletin (Switzerland), Credo (Liechtenstein), Tiger Tales (Singapura), The B-Side (Malaysia), Lucky Peach (Amerika Serikat), dsb.

 

Dwi Oblo

Fotografer lepas yang berdomisili di Yogyakarta. Pernah menjadi kontributor foto untuk National Geographic Indonesia dan National Geographic Traveler Indonesia.

JURI IKLAN LAYANAN MASYARAKAT

Sidharta

Pria kelahiran 17 mei 1985 yang memulai awal karirnya bermain-main di wilayah audio visual sejak 2008 ini memutuskan untuk mulai terjun ke film pendek dan membentuk Kebon Studio, lalu memproduksi film pertamanya Sang Pembawa Pesan yang diproduksi di tahun 2012, dan film keduanya Tresno pada tahun 2015. Sempat menempuh pendidikan seni rupa di UNY pada tahun 2003. Proses pendidikan inilah yang membuatnya sangat leluasa dalam bermain visual, bentuk sebagai konteks. Setelah banyak mengerjakan proyek komersial berupa TVC, Video Corporate maupun klip video, ia menyadari bahwa bahasa dalam sinema adalah satu hal esensial yang ia lupakan. Hari ini dan seterusnya ia terus belajar untuk menjadi seorang pencerita.

Arief Budiman

Lahir di Rembang, 21 Maret 1975. Selain hobi menggambar dan baca buku, pria ini kadang masih sempat menulis artikel dan beberapa potong puisi, di sela-sela kesibukannya bermimpi. Ia pindah ke Jogja tahun 1993 dan ‘ngicipi’ kuliah 1 tahun di Fakultas Pertanian UGM. Alumnus Diskomvis FSR ISI Yogyakarta 1994. Mimpinya untuk membangun Petakumpet menjadi The Most Admired Company in The World dan jadi sampul Majalah Fortune dimulai dengan membeli majalah bisnis internasional itu tiap terbit, dengan eceran. Pilihan untuk menyandarkan masa depannya pada kekuatan ide dan kreativitas sempat dua kali membuatnya terpilih menjadi Finalis International Young Creative Enterpreneur of The Year (IYCEY) 2006 dan 2007 yang diadakan British Council Indonesia. Perusahaan yang didirikan bersama teman-teman seangkatannya di Diskomvis FSR ISI Yogyakarta itu terpilih sebagai The Most Creative Agency di Pinasthika Ad.Festival 2003, 2005 dan 2006, 2008, 2010, 2011. Sampai tahun 2014, Petakumpet telah mengumpulkan 107 award kreatif tingkat nasional.